Cara Menentukan Ukuran Kabel

Tags

Dalam dunia listrik kabel merupakan elemen terpenting yang ukurannya harus sesuai.

Ada dua prinsip cara menentukan ukuran kabel:

  1. Aman
  2. Ekonomis (baca: murah)

Saat seseorang menentukan jenis dan ukuran kabel yang akan digunakan dalam sebuah proyek maka akan dimasukan variabel lingkungan yang akan dilewati kabel tersebut, panjang jalur, tegangan, serta arusnya.

Setelah dihitung, maka akan ditemukan hasil bahwa proyek tersebut membutuhkan kabel dengan spesifikasi tertentu. Sebagian orang akan mencari 1 tingkat lebih rendah dari ukuran kabel yang dihitung, hal ini untuk memenuhi prinsip ekonomis, dan sekaligus tidak melupakan sisi amannya.

Field Instrument Hazardous Area ATEX dan Cara Membaca Simbol ATEX

Tags

,

ATEX merupakan singkatan dari ATmosphères EXplosives. ATEX sendiri merupakan peraturan standard dari Eropa.

Dua hal yang diatur oleh ATEX yaitu gas dan debu.

zona atex

Untuk Gas diurutkan dari yang paling bahaya:

Zona 0 , 1 dan 2

Untuk debu diurutkan dari yang paling bahaya:

Zona 20, 21 dan 22

Zona-zona diatas maksudnya secara berurutan adalah:

Zona 0 dan 20 : zona yang di dalamnya terdapat material yang jika terjadi ledakan akan berlangsung sangat lama.

Zona 1 dan 21 : berlangsung lama.

Zona 2 dan 22: berlangsung sebentar


Untuk gas sendiri ada yang dinamakan temperature class dan ignition energy.


Temperature class adalah batas dimana sebuah gas dapat menyebabkan ledakan, contoh T6 85C, berarti sebuah instrument suhu operasionalnya tidak boleh melebihi 85C saat pengoperasian, karena gas di sekitarnya akan menyebabkan api/ledakan jika melebihi 85C.

Ignition Energy merupakan energy yang dibutuhkan sebuah gas untuk menyebabkan api.

Untuk debu, tabelnya sebagai berikut:

Contoh Cara Pembacaan Atex

Motor Servo

Beberapa motor servo mempunyai beberapa cara untuk menjalankannya. Beberapa manufacture mempunyai syarat-syarat yang harus dipenuhi sebelum motor servo dapat berjalan, seperti enable, dan seterusnya.

1. A/B (Quadrature Evaluation)

Metode ini biasanya sering digunakan untuk mensinkrokan sebuah motor, jadi saat sebuah motor servo ingin sinkron dengan motor lainnya, maka metode ini sering digunakan.

Sumber : http://www.creative-robotics.com/quadrature-intro

2. CLK/DIR (Pulse Direction / Pulse Train)

Metode ini sering disebut pulse train. metode ini digunakan saat servo motor digerakan oleh PLC. Beberapa PLC membutuhkan tambahan modul agar dapat menggunakan pulse.

Beberapa hal yang harus diperhatikan saat menggunakan pulse train adalah gear factor. Misal saat PLC memberikan 1000pulse/rev (1 putaran), maka motor harus berputar persis 1 putaran. Hal ini dapat dikonfigurasi di sisi motor servo itu sendiri. Sedangkan kecepatan, accelarasi, decelarasi diatur oleh PLC.


3. CW/CCW (Up/Down Counter)

Metode ini sangat jarang digunakan, mengingat metode ini hampir sama seperti pulse train. Namun, menggunakan dua buah digital output untuk pulse train.

Sumber : https://zone.ni.com/reference/en-XX/help/371093T-01/nimclvfb/axisconfig_stepper/


Saya menggunakan Encoder Autonics dan mensinkron ke motor servo lainnya. Jadi motor servo yang akan di sinkronkan harus memiliki mode quadrature (+A, -A, +B, -B, +Z, -Z) dan harus diperhatikan berapa maksimum tegangan yang dapat diterima oleh input motor servo tersebut.

encoder autonics

 

Komunikasi Modbus TCP/IP PLC Omron NX1 Menggunakan Sysmac Studio

Tags

, , ,

Disini saya akan membagikan cara komunikasi modbus di PLC NX1 omron menggunakan Sysmac Studio.

Pertama-tama download library modbus TCP/IP di website omron https://www.myomron.com/modules/KB/file_d.php?id=704 halamannya disini https://www.myomron.com/index.php?action=kb&article=1245

modbustcpip

contohprogram

Gambar diatas contoh program di dalam software sysmac studio.

MTCP_Client_Connect untuk inisiasi komunikasi. Sisanya kita bisa pilih mau read atau write.

sysmac studio modbus tcp-ip

omron-nx1