Cara Upload Program Modicon M340 Menggunakan Unity Pro

Tags

Catatan: Upload program tidak akan mengganggu konfigurasi atau sistem yang sedang berjalan, jadi aman. Proses ini dapat dilakukan saat PLC Run atau Stop.

Berbeda dengan Siemens, upload program dari Modicon ini mempunyai comment, jadi dapat dibaca.

  1. Gunakan kabel USB dan pilih PLC->Set Address, kemudian isi bagian PLC seperti gambar berikut, kemudian klik ‘Test Connection’. Jika berhasil, maka komunikasi sudah terjalin antara komputer kita dengan PLC.

set-address-modicon2. Klik icon ‘Connect’, kemudian klik icon ‘Upload’

icon-connect-dan-upload-project3. Pilih ‘Transfer Project from PLC’

upload-program-modicon-m340_14. Yes

cara-upload-program-modicon

cara-upload-program-unity-proProject akan memulai proses upload, dan program sudah tersimpan. Selesai.

Save

Cara Migrasi Wincc Flexible ke Tia Portal V13

Tags

  1. Install Software Migration Tools (dapat di DVD Tia Portal ataupun download di internet)
  2. Buka Project di Wincc Flexible yang mau di migrasi. Kemudian pilih menu Project – Copy from Step 7 (nantinya akan menghasilkan file extensi .hmi)

migrasi-wincc-flexible-ke-tia-portalmigrasi-wincc-flexible-ke-tia-portal-contohHasilnya

3. Buka Tia Portal, dan pilih menu migrate project. Arahkan ‘Sourch Path’ ke file di point nomor 2. Target adalah tujuannya folder (disimpan dimana).

migrasi-wincc-flexible-ke-tia-portal-projectMigrasi sudah selesai.

Cara Upload Program PLC Siemens

Tags

Catatan: Upload program tidak akan mengganggu konfigurasi atau sistem yang sedang berjalan, jadi aman. Kekurangan upload program ialah tidak ada comment atau deskripsi dari program tersebut (program gundul). Proses ini dapat dilakukan saat PLC Run atau Stop.

Jika di suatu tempat kerja mempunyai PLC Siemens (S7-200, S7-300 dan S7-400) dan ingin mendapatkan programnya dapat menggunakan metode upload program.

Alat yang harus disiapkan:

  1. Software Simatic Step 7
  2. Kabel Ethernet

PLC yang digunakan : CPU 315-2 PN/DP

IP PLC : 192.168.0.99

IP Komputer : 192.168.99.111 & Subnet Mask : 255.255.0.0

Berikut langkah-langkahnya:

  1. Hubungkan kabel ethernet dengan PLC.
  2. Buka program Simatic Step 7.
  3. Buat file baru, tanpa ada penambahan apapun.
  4. Pilih PLC -> Upload Station to PG.
  5. Kemudian pilih view, nantinya akan tampil alamat IP yang dapat di upload.
  6. Pilih OK. Proses upload akan berjalan.
  7. Selesai.

new_file_siemens_plcselect_node

Komunikasi Arduino Menggunakan Protokol UDP dengan Nodejs

Tags

,

Program ini di download ke Arduino, didapat dari https://www.arduino.cc/en/Tutorial/UDPSendReceiveString

#include <SPI.h>         // needed for Arduino versions later than 0018
#include <Ethernet.h>
#include <EthernetUdp.h>         // UDP library from: bjoern@cs.stanford.edu 12/30/2008
// Enter a MAC address and IP address for your controller below.
// The IP address will be dependent on your local network:
byte mac[] = {
  0xDE, 0xAD, 0xBE, 0xEF, 0xFE, 0xED
};
IPAddress ip(192, 168, 0, 110); // IP dari Arduino di set di 192.168.0.110

unsigned int localPort = 9999;      // local port to listen on

// buffers for receiving and sending data
char packetBuffer[UDP_TX_PACKET_MAX_SIZE];  //buffer to hold incoming packet,
char  ReplyBuffer[] = &amp;quot;acknowledged&amp;quot;;       // a string to send back

// An EthernetUDP instance to let us send and receive packets over UDP
EthernetUDP Udp;

void setup() {
  // start the Ethernet and UDP:
  Ethernet.begin(mac, ip);
  Udp.begin(localPort);

  Serial.begin(9600);
}

void loop() {
  // if there's data available, read a packet
  int packetSize = Udp.parsePacket();
  if (packetSize) {
    Serial.print(&amp;quot;Received packet of size &amp;quot;);
    Serial.println(packetSize);
    Serial.print(&amp;quot;From &amp;quot;);
    IPAddress remote = Udp.remoteIP();
    for (int i = 0; i &amp;lt; 4; i++) {
      Serial.print(remote[i], DEC);
      if (i &amp;lt; 3) {
        Serial.print(&amp;quot;.&amp;quot;);
      }
    }
    Serial.print(&amp;quot;, port &amp;quot;);
    Serial.println(Udp.remotePort());

    // read the packet into packetBufffer
    Udp.read(packetBuffer, UDP_TX_PACKET_MAX_SIZE);
    Serial.println(&amp;quot;Contents:&amp;quot;);
    Serial.println(packetBuffer);

    // send a reply to the IP address and port that sent us the packet we received
    Udp.beginPacket(Udp.remoteIP(), 9999);
    Udp.write(ReplyBuffer);
    Udp.endPacket();
  }
  delay(10);
}

Script di nodejs, ini script untuk mengirimkan data lewat UDP ke Arduino.

// client.js
var PORT = 9999;
var HOST = '192.168.0.110'; // IP Arduino
var dgram = require('dgram');
var message = new Buffer('0'); // data yang dikirim
var client = dgram.createSocket('udp4');

client.send(message, 0, message.length, PORT, HOST, function(err, bytes){
if (err) throw err;
console.log('UDP message sent to ' + HOST + ':' + PORT);
client.close();
});

Jika dilihat script dari arduino di atas (lihat bagian akhir), kita akan melihat bahwa arduino akan mengirimkan sinyal balik berupa pesan ‘acknowledged’, untuk mendapat pesan ini kita buat script lagi di nodejs untuk menerima pesan dari Arduino.

//server.js
var PORT = 999;
var HOST = '192.168.0.101'; // ip server
var dgram = require('dgram');
var server = dgram.createSocket('udp4');

// script ini untuk memastikan bahwa server sudah siap menerima pesan
server.on('listening', function(){
var address = server.address();
console.log('UDP server listening on ' + address.address + ':' + address.port);
});

// script ini untuk mengeluarkan pesan yang telah diterima
server.on('message', function(message, remote){
console.log(remote.address + ':' + remote.port + ' - ' + message);
});

server.bind(PORT, HOST);

Saatnya script client.js dan server.js dijalankan. Jika berhasil serial monitor di Arduino akan menghasilkan seperti ini:

serial monitor arduino udp

Dan di server.js akan seperti ini:

server nodejs udp

Save

Medium Voltage Panel dan Low Voltage Panel

Tags

Bicara klasifikasi standard tegangan akan berbeda-beda. NEMA, ANSI, IEC, semua mempunyai perbedaan masing-masing dalam mendefinisikan low voltage, medium voltage, high voltage dan extra high voltage.

Di Indonesia sendiri untuk mempermudah bahasa, low voltage adalah tegangan dibawah 1000Volt (1kV), sedangkan medium voltage masih berada dalam ranah industri, yaitu pabrik yang mempunyai power plant sendiri, biasanya engine/turbine sebuah pabrik mempunyai output 11-30 kV. Sedangkan untuk high atau extra high voltage biasanya sudah mainanannya pegawai PLN, seperti halnya SUTET yang mempunyai tegangan 150kV.

Low Voltage Panel adalah panel yang mempunyai range sampai 1kV atau biasanya lebih tepatnya yang mempunyai tegangan 380 atau 400 Volt, panel ini juga merupakan turunan dari panel medium voltage, jadi sebelum masuk ke low voltage panel, listrik yang bernilai puluhan kV masuk ke dalam trafo untuk diturunkan menjadi 380 atau 400 Volt.

Sedangkan medium voltage panel adalah panel-panel yang mempunyai range kilo Volt tapi tidak sampai ratusan. Panel ini biasanya bersumber dari power plant sebuah industri, bisa turbine atau engine, dan bisa juga merupakan listrik dari PLN yang sebelumnya sudah bertemu dengan trafo di gardu induk. Sehingga nilai tegangan yang 150kV sudah menjadi 20kV.