Tags

Safety Instrument Layer (SIL) adalah layer-layer yang berisi preventif dari sebuah sistem, dari proses normal sampai mengancam nyawa manusia. Safety Instrument Layer terdiri dari 6 layer:

  1. Process Control Layer (Process Value)

Sistem berjalan normal dan sesuai harapan (normal behaviour)

2. Process Control Layer (Process Shutdown)

Terdapat alarm (peringatan) di sistem. Seperti high temperature, low pressure, dsb. Layer ini tidak mematikan sistem, tetapi membutuhkan tindakan dari operator agar alarm tersebut hilang. Tindakan yang bisa dilakukan seperti mengontrol control valve lebih terbuka/tertutup, menyalakan fan, dan sebagainya.

3. Safety Layer (Emergency Shutdown System)

Sistem sudah mempunyai alarm high-high atau low-low, sehingga dibutuhkan shutdown system. Instrument yang masuk ke golongan Safety Instrumented System (SIS) akan bekerja seperti Emergency Shutdown Valve, Blow Down Valve, dan Shut Off Valve.

4. Active Protection Layer

Jika sistem masih abnormal, maka instrument yang masuk ke golongan mekanik akan bekerja seperti Presure Relief Valve dan Rupture Disk. Kegaduhan suara akan terjadi dari sistem, seperti suara lepasnya tekanan udara tinggi ke atmosfir.

5. Passive Protection Layer

Di layer ini ledakan sudah terjadi, dan dibutuhkan preventif untuk mencegah ledakan mencederai manusia seperti pembuatan Dike (galian) dan Blast Wall (tembok tahan api, biasanya dipasang di offshore).

6. Emergency Response Layer

Api dan ledakan sudah dimana-mana. Sehingga layer ini berfungsi untuk meproteksi komunitas manusia itu sendiri, dibutuhkan response yang cepat untuk dikirimkan bantuan sesegera mungkin.

Penentuan instrument yang harus dimasukan ke dalam layer tersebut dihasilkan dari HAZOP/SIL studies. Di dalam HAZOP/SIL studies dapat di uraikan bahaya apa saja yang dapati ditimbulkan oleh sistem, setelah itu dapat ditentukan proteksi apa yang dibutuhkan untuk melindungi manusia.